Institut Pertanian Bogor

December 16th, 2013

Kalian Bisa searching mengenai artikel ilmiah ya.. di http://repository.ipb.ac.id , yuuk kunjungi dan lebih dalam mengenal IPB kunjungi http://ipb.ac.id

Ganbareee~

MENGIRIM HASIL PRODUKSI BIBIT IKAN GURAME

September 26th, 2011


Pada bulan Maret 2010 sebagian hasil produksi bibit ikan gurame dari rekan-rekan sekelompok di IKT telah dikirim ke beberapa lokasi budidaya perikanan di wilayah Kab. Kulon Progo. Satu diantaranya adalah pengiriman bibit ikan gurame ke pokdakan Mina Handayani di Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah kurang lebih 15 kilometer arah Tenggara kota Wates. Lokasi pokdakan ini…
bisa dibilang tidak terlalu jauh dari IKT karena dapat dicapai hanya dalam waktu 25 menit dengan menggunakan kendaraan mobil atau sepeda motor. Lokasi kolam-kolam budidaya sendiri memang sedikit masuk ke arah areal persawahan menyusuri jalan desa sejauh kurang lebih 700 meter dari tepi ruas jalan kabupaten yang masih terhubung langsung dengan jalur jalan raya utama Jogja – Wates – Purworejo. Walaupun jarak tempuh pengiriman kali ini terbilang dekat namun proses pengangkutan bibit ikan tetap dilakukan secermat mungkin untuk meminimalkan tingkat gangguan yang mungkin timbul akibat pengaruh perubahan lingkungan yang tiba-tiba atau karena proses pemuatan yang kurang hati-hati  yang dapat menyebabkan bibit ikan menjadi stress.

Selain itu untuk menghindari tingkat stress yang lebih tinggi maka pemindahan bibit ikan dari lokasi kolam pemeliharaan sedapat mungkin tidak dilakukan pada saat kondisi terik sinar matahari. Pemindahan bibit ikan hanya dilakukan pada pagi atau sore hari  dan disaat kondisi cuaca masih cukup bagus (tidak hujan). Mengingat jumlah bibit ikan yang dikirim kali ini cukup besar maka proses pengiriman pun dilaksanakan dalam beberapa tahap dimana dalam setiap tahap pengiriman dapat berlangsung 1 atau 2 kali pengangkutan. Pengiriman tahap pertama terdiri dari 2,5 kwintal bibit ikan gurame berukuran 3 – 4 ekor per kilogram yang kemudian  diteruskan dengan pengiriman 4000 ekor bibit gurame ukuran ‘3 jari’ di tahap kedua dan 3000 ekor bibit gurame ukuran ‘jempolan’ (13-15 ekor/ kg) di tahap ketiga.

Seperti pengiriman bibit ikan sebelumnya, proses pengiriman kali ini pun dilakukan dengan menggunakan drum-drum plastik terbuka berisi air yang berasal dari masing-masing kolam tempat dimana bibit ikan gurame ini semula dipelihara. Untuk menjaga agar bibit ikan yang terkirim tetap dalam keadaan prima saat tiba di tempat tujuan maka kepadatan ikan dalam setiap drum perlu dibatasi. Masing-masing drum hanya diisi 60 – 70 ekor bibit ikan gurame (ukuran 3 – 4 ekor/ kg) sedangkan untuk yang berukuran ‘3 jari’ dapat dimuat hingga 80 – 90 ekor per drum. Pada setiap drum perlu disertakan pula beberapa tanaman apung seperti kangkung air ataupun apu-apu yang dapat membantu menjaga tingkat kelembaban dan kesegaran air selama proses pengiriman.

Jenis tanaman air yang dimasukkan dalam setiap drum selalu disesuaikan dengan jenis tanaman yang ada lingkungan air kolam dimana bibit ikan berasal. Dengan demikian  diharapkan bibit ikan tetap merasa nyaman saat proses pemindahan dan pengangkutan  menuju lokasi kolam yang baru. Untuk mencegah kemungkinan adanya bibit ikan yang melompat keluar dari drum selama berlangsungnya proses pengiriman maka drum-drum plastik tersebut perlu diberi bahan penutup berupa jaring yang diatur sedemikian rupa sehingga permukaan air dalam setiap drum dapat terlindungi dengan baik namun masih dimungkinkan terjadinya pertukaran udara.

Sesuai dengan rencana maka bibit-bibit ikan gurame ini kemudian ditebar pada beberapa kolam tradisional berukuran 8m x 10m yang berada di tepi lahan persawahan dan diapit oleh dua buah saluran irigasi yang volume airnya tak pernah kurang. Sebagian besar areal persawahan di wilayah desa Bumirejo ini memang terletak di dataran rendah yang menyerupai bentuk ‘cekungan’ karena dikelilingi oleh kawasan perbukitan hijau di sekitarnya. Kualitas air tanah pun terbilang bagus dengan ketersediaan yang selalu mencukupi sepanjang tahun sehingga cukup ideal untuk pengembangan usaha budidaya perikanan di segmen pembesaran seperti yang kini tengah dirintis oleh mas Indar dan pak Edi bersama rekan-rekan lainnya di pokdakan Mina Handayani. 

Lokasi budidaya gurame yang berbatasan
dengan areal persawahan  yang subur
Sumber air baku budidaya yang
cukup jernih dari saluran irigasi

Setiba di lokasi tujuan, setiap drum berisi bibit ikan ukuran ‘3 jari’ ini lantas ditimbang dan dicatat berat kotornya kemudian dibawa menuju kolam-kolam tebar yang telah disiapkan. Saat proses penebaran berlangsung jumlah bibit ikan yang dikeluarkan dari setiap drum kembali dicatat guna dicocokkan dengan data pengiriman. Masing-masing drum yang telah dikeluarkan bibit ikannya kemudian ditimbang kembali. Dengan demikian maka berat bibit ikan dalam setiap drum dapat diketahui dengan mengurangkan berat drum berikut air dan tanaman apungnya (setelah bibit ikan dikeluarkan) terhadap berat kotornya mula-mula. Demikian seterusnya hingga seluruh bibit ikan gurame ini selesai ditebarkan.

Secara keseluruhan proses pengiriman bibit ikan gurame ini akhirnya dapat diselesaikan dalam waktu 2 hari melalui 5 kali proses pengangkutan yang sedikit melelahkan namun berlangsung lancar dibawah kondisi cuaca yang cukup bersahabat.

Daftar Pustaka : http://ikankolamterpal.blogspot.com/2010/05/mengirim-hasil-produksi-bibit-ikan.html#more

Himpunan Pelajar Bogor

September 26th, 2011
22-10-2008 07:26 WIB
Aksi Simpatik Anak-anak Sekolah
Pelajar Perangi Golput

PAJAJARAN – Pemilih pemula mulai berteriak menjelang Pilwalkot 25 Oktober nanti. Kemarin, Himpunan Pelajar Bogor (HPB) melakukan aksi simpatik di Tugu Kujang. Aksi itu sebagai bentuk pernyataan sikap untuk memerangi golongan putih (golput) alias mereka yang tidak mengunakan hak pilihnya saat pencoblosan.

Ratusan siswa SMA dari berbagai sekolah di Kota Bogor melakukan longmarch dari Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB) menuju Tugu Kujang, lengkap dengan atribut demonstrasi dan dua ekor kambing. Para pelajar itu menyerukan untuk memerangi golput.

Lengkap memakai seragam putih-abu, para pelajar ini sangat bersemangat. Mereka berjalan kaki dengan diiringi satu unit pengeras suara di atas sebuah truk dan silih berganti mereka berorasi agar warga Kota Bogor menggunakan hak pilihnya 25 Oktober 2008 mendatang.

“Anak sekolah juga bisa turun ke jalan, kita harus menggunakan hak pilih. Kami meminta para calon walikota juga peka terhadap pelajar. Kami minta pemerintah menyediakan transportasi untuk kami dan UN jangan menjadi legitimasi untuk kelulusan siswa, hapuskan UN,” kata Ketua Himpunan Pelajar (HPB) Kota Bogor Aris Munandar menggebu-gebu di atas pengeras suara yang mereka bawa.

Semangat para pelajar itu memang sangat menggebu. Meski di tengah terik matahari, mereka nampak tetap bersemangat menyerukan anti golput. Para pelajar inipun memilki yel-yel khusus untuk para golput.

“Yang golput kambing, yang golput kambing, yakuta, yakin kita bisa,” teriak mereka bersama-sama. Selain berorasi, mereka juga melakuan aksi simbolis sebagai pernyataan bahwa “Yang Golput Itu Kambing”. Dua ekor kambing itu kemudian dibiarkan melintas di depan pagar betis pelajar yang sedang berdiri di depan Tugu Kujang.

Saat dua kambing itu melintas, seluruh pelajar berteriak beramai-ramai “Awas yang golput mau lewat,” seru mereka.

Reaksi beragam dikemukakan para pelajar yang ikut melakukan aksi tersebut, ada yang menggebu-gebu untuk memerangi golput dan ada juga yang hanya berpartisipasi. Syahda misalnya, siswa SMAN 8 ini mengaku senang bisa bergabung dalam HPB dan menyerukan anti golput.

Meski usianya baru 16 tahun, Syahda mengaku pelajar juga butuh pendidikan politik dan jangan hanya dianggap sebelah mata.

Aksi itu juga dihadiri langsung Ketua KPU Kota Bogor, Radjab Tampubolon. Ia didaulat para pelajar untuk memberikan orasi. “Kita harus memerangi golput demi perubahan Kota Bogor, kalian semua adalah penentu Kota Bogor ke depan,” katanya disambut tepukan meriah para pelajar.

Menurutnya, aksi ini patut dijadikan contoh sekaligus pembelajaran politik bagi para pelajar sebagai pemilih pemula agar peduli dan tidak golput.(dra)

Hello world!

September 26th, 2011

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!